9 Jenis Media Filter Air Yang Populer Digunakan di Indonesia

media filter air

Media Filter Air merupakan komponen utama dalam sistem filtrasi air, dimana susunan media filter akan tergantung dari jenis filternya.  Penanganan filter air sumur pasti akan berbeda dengan penggunaan untuk air PAM.  Juga untuk beberapa masalah air lainnya, akan membutuhkan jenis lainnya.

Pada uraian ini akan menyampaikan 9 jenis media filter air yang biasa digunakan di Indonesia.  Type media ada yang bersumber dari lokal juga dari impor dari luar negeri.

Setelah menentukan media yang akan digunakan, juga harus menghitung volume dan membuat susunan media filter yang tepat.  Umumnya persentase volume media sekitar 50 – 60% dari volume tabung.

Apakah yang disebut dengan Media Filter Air?

Media filter air adalah isi dari tangki filter yang akan digunakan pada sistem filter air.  Jenis tangki filter bermacam – macam, seperti dari PVC, FRP, Steel (baja) maupun stainless steel.  Ukuran tangki filter yang akan digunakan sangat tergantung dari kapasitas sistemnya.

Jenis media filter air bentuknya bermacam – macam, misalnya ada yang berbentuk gravel, partikel, granular, partikel halus.   Selain itu juga, media ini mempunyai ukuran partikelnya masing – masing.  Misalnya kalau menggunakan gravel, maka ada pilihan ukuran 2 – 4 mm, 6 – 8 mm, 1 – 2 cm dst.

Pada saat terjadinya aliran, maka media filter air akan menahan kotoran dari air yang terbawa.  Khusus buat filter air yang berfungsi untuk menurunkan turbiditas atau endapan, maka akan lebih banyak tertahan di dasar media.  Untuk itu, ketika akumulasi sudah berlebihan maka harus melakukan pencucian balik media.

Pencucian media tersebut bukan dengan cara menuangkan media keluar, namun sudah ada sistem tersendiri yang ada pada sistem filtrasi.

Apa Saja Jenis Media Filter Air Yang Umum di Indonesia?

Beberapa jenis media filter air yang digunakan di Indonesia sumbernya dari beberapa provinsi.  Keuntungan menggunakan bahan dari lokal adalah mudah di dapatkan dan pastinya harga lebih ekonomis.  Namun terkadang kualitas dari hasil lokal masih kurang baik dari yang import, karena sering banyak ada debunya.

Sementara merek import memang sudah melalui uji control yang cukup baik dari sisi kemasan dan kualitasnya.  Walaupun harganya lebih tinggi 50 – 100% tidak menjadi halangan untuk dipilih baik oleh kontraktor water treatment maupun dari sisi owner.

Hampir sebagian besar media filter air saat ini juga dilengkapi dengan beberapa sertifikat.  Misalnya sertifikat Halal yang mewajibkannya ketika digunakan untuk kepentingan produksi air minum atau food and beverage.  Namun jika untuk industri, misalnya keperluan boiler, limbah penggunaan sertifikat diabaikan.

1. Media Filter Gravel Sebagai Penahan Media Filter Lainnya

Media gravel umumnya bersumber dari material lokal, atau bahasanya lebih umum seperti batu kerikil.  Material ini selalu diletakkan pada dasar media atau disebut juga “under bedding”.  Tujuan menggunakan gravel adalah agar tekanan air tidak secara langsung menghantam media yang lebih lunak.

Fungsi lainnya adalah untuk menahan media lainnya ketika menggunakan media yang lebih kecil ukurannya.  Pada umumnya ukuran strainer pada tangki filter adalah sekitar 0.5 micron.  Untuk itu pecahan – pecahan media agar tertahan maka membutuhkan gravel ini.

Ukuran gravel yang umum digunakan pada pemasangan filter air sekitar 2 – 4 mm dan 1 – 2 cm.  Pada tabung filter yang ukuran kecil dengan ukuran lebih kecil 30 inch, biasanya hanya menggunakan satu jenis saja yaitu 4 – 8 mm.  Sedangkan jika ukuran tabung sudah besar dan lebih lebar, maka akan menggunakan kombisai ukuran 1 – 2 cm dan 2 – 4 mm.

media filter air gravel

2. Material Filter Sand Silica Atau Pasir Silica Penahan Sedimen

Media filter air pasir silika atau silica sand ini adalah sama dengan gravel yaitu material dari sumber lokal.  Material silika yang umum menyebutnya dengan ex. Bangka atau ada juga ex. Lampung.

Media pasir silika berfungsi untuk filtrasi yang berfungsi sebagai sedimentasi, yaitu untuk menurunkan endapan, partikel atau turbiditas (kekeruhan) air.  Jenis ini sangat aktif menahan kotoran, untuk itu harus rajin melakukan pencucian balik (backwash).

Pada tingkat partikel yang banyak, maka jumlah tumpukan partikel di media sangat banyak dan cenderung menempel.  Untuk itu pada unit yang agak besar, kerap kali menambahkan udara bertekanan untuk membantu melepasnya sebelum di backwash.

Ukuran partikel dari sand silica biasanya menggunakan material “mesh”, misalnya 8X16, 8X30 dll.  Atau bisa juga menggunakan ukuran yang sudah di konversi misalnya 0.4 – 0.7 mm.  Ukuran ini yang populer digunakan untuk pemasangan filter sand silica.

media filter air pasir silika

3. Media Filter Antrasit Untuk Menjernihkan Air

Fungsi antrasit adalah menurunkan tingkat kekeruhan dalam air, atau media filter air yang berfungsi menjernihkan air.  Bentuk media antrasit ini adalah granular dan berwarna hitam, sepintas hampir sama dengan carbon.

Pada pemasangannya, antrasit ini pada umumnya digabung dengan Gravel dan Pasir Silika.  Dari gabungan ini sering disebut dengan istilah multimedia filter, yaitu untuk menurunkan sedimen dan menjernihkan.

Filter ini paling mutlak untuk aplikasi pengolahan air laut menjadi air tawar dengan sistem reverse osmosis.  Apalagi dari sumber air laut, filter ini hampir selalu digunakan sebelum masuk ke filter cartridge dan membran RO.

Ukuran partikel dari antrasit yang umum adalah 8X30 atau 8X16, dan pada kondisi umum sistem filtrasi bisa digunakan keduanya.  Ukuran paking biasanya per pack berisi 25 – 30 liter.

4. Activated Carbon Atau Karbon Aktif Menghilangkan Bau

Karbon aktif adalah media filter air yang paling populer dan banyak digunakan saat ini.  Bahan material untuk memproduksinya ada dua jenis, yaitu dari bahan organik tempurung kelapa dan batu bara.

Untuk melakukan aktifasi carbon, maka bahan ini dipanaskan dalam suhu tertentu menjadi arang. Kemudian arang ini diaktifkan menjadi bahan berpori yang dapat menangkap kotoran tertentu dalam proses yang dikenal sebagai adsorpsi.

Di Indonesia banyak merek media filter air karbon aktif yang di produksi dari hasil bahan lokal.  Beberapa di antaranya dari Lampung, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya, yang sudah tentu harganya lebih ekonomis.  Untuk jenis material yang dari lokal ini cenderung dari organik bahan tempurung kelapa.

Sedangkan carbon active berasal dari merek Import cenderung menggunakan material batu bara (coal-base).  Salah satu merek yang popular di Indonesia adalah Calgon, Shutcliff dan lainnya.

Aplikasi penggunaan media filter air karbon aktif ini adalah untuk menghilangkan bau, warna dan kaporit.

karbon aktif

5. Media Filter Air Manganese Zeolit dan Manganese Greensand

Air yang mempunyai masalah dengan kandungan besi dan mangan yang tinggi sangat cocok menggunakan media ini.  Masalah ini sering ditemukan pada air yang bersumber dari sumur bor.  Kadar besi 0.5 ppm dan kadar mangan 0.2 ppm adalah batasan maksimum dari standar air bersih.

Ada dua jenis media manganese ini, yaitu media filter air yang membutuhkan regenerasi dan yang tida membutuhkan regenerasi.  Pengertian regenerasi disini adalah membutuhkan bahan kimia khusus untuk aktifasi setelah digunakan.

Media manganese yang tidak membutuhkan aktivasi cenderung berfungsi untuk menurunkan kadar besi dan mangan pada konsentrasi yang rendah, misalnya di bawah 2 ppm.  Sedangkan jika lebih dari itu, misalnya 5 ppm maka membutuhkan media yang harus di regenerasi.

Salah satu bahan kimia yang umum digunakan untuk regenerasi adalah kalium permanganat (KMnO4).  Karena KmnO4 lebih susah mendapatkannya, saat ini ada media manganese yang bisa di regenerasi dengan chlorine.

6. Media Birm Menghilangkan Besi dan Mangan Tanpa Regenerasi

Media filter air Birm adalah salah media filter yang berfungsi untuk menurunkan kadar mangan dan besi.  Pada intinya sama seperti media manganese zeolit atau manganese greensand.  Namun Birm digunakan lebih praktis, karena tidak membutuhkan regenerasi.

Beberapa waktu lalu saat bahan kimia kalium permanganat (KmnO4) untuk regenerasi susah di dapatkan, maka penggunaan Birm semakin populer.  Namun penggunaan media Birm hanya bisa terbatas pada tingkat masalah besi dan mangan pada konsentrasi rendah.

Bentuk dari media filter air Birm adalah granular dengan packing antar 18 – 25 liter.  Penggunaan media ini sangat efektif apabila pH air netral.  Sehingga pada kondisi air yang asam di bawah nilai 6, maka sebaiknya di tingkatkan terlebih dahulu.

Dalam pemasangannya, susunan media filter dari Birm ini hanya bersama dengan Gravel pada sisi bawah, dilanjutkan langsung dengan Birm.

7. Media Filter Air Cation Resin Menurunkan Kadar Kapur

Media cation resin adalah media sintetis, umumnya media yang digunakan di Indonesia berasal dari merek impor.  Beberapa merek yang digunakan dalam bidang water treatment adalah Dowex, Purolite, Amberlite, Lenxys dan lainnya.  Saat ini banyak sekali beberapa merek baru yang ekonomis dari China.

Penggunaan media cation resin ini adalah untuk air dengan masalah kandungan kapur yang berlebihan.  Nama sistem filtrasinya adalah water softener, dimana fungsinya akan menurunkan tingkat kapur dalam air.

Bentuk dari media ini adalah granular halus dengan warna kekuningan atau ada beberapa di antaranya agak kecokelatan.  Media filter air cation resin ini sifatnya adalah pertukaran ion atau exchange ion.  Akibat pertukaran ini, maka media ini membutuhkan regenerasi dari garam.

Pada volume pertukaran tertentu, maka media filter air ini membutuhkan sistem regenerasi dengan menggunakan garam dapur atau garam industri.  Interval waktu regenerasi sangat tergantung konsentrasi kalsium dan volume penggunaan.  Untuk itu semakin tinggi kada Ca, maka semakin cepat harus di regenerasi.

media filter air cation resin

8. Anion Resin

Media anion resin sama dengan media cation resin, yaitu media sintetis, yang umumnya mereknya sama dengan media cation resin.

Berbeda dengan cation resin, penggunaan media anion resin jarang ditemui digunakan tersendiri.  Umumnya penggunaan media anion ini berpasangan dengan media cation juga.  Untuk itu mungkin sering mendengar dengan nama filter anion – cation, dimana fungsinya untuk menurunkan kadar mineral dalam air.

Sama seperti cation, media anion juga membutuhkan regenerasi setiap interval waktu tertentu.  Regenerasi yang digunakan adalah jenis bahan kimia caustic (NaOH).

Penggunaan media filter air anion ini, biasanya berfungsi untuk menurunkan TDS atau Conductivity air.  Ada dua sistem yang menggunakan media Anion, yaitu Demin Sistem dam Mixedbed Sistem.  Pada demin sistem, menggunakan dua buah tabung yang isinya cation dan anion secara terpisah.

Sedangkan jika berfungsi sebagai mixedbed, maka hanya menggunakan satu tabung yang lebih tinggi.  Dimana di dalamnya kedua media digabung di dalam satu tangki.

9. Calcite (Calcium Carbonat) Meningkatkan pH Air

Media filter air calcite terbuat dari kalsium karbonat putih yang telah dihancurkan dan disaring.  Media ini bertujuan untuk meningkatkan pH air, namun hanya kenaikan pH yang tidak tinggi.

Aplikasi dari penggunaan media calcite ini umumnya pada hasil produk dari sistem reverse osmosis.  Pada kebanyakan sistem reverse osmosis akan mendapatkan air produk dengan pH yang lebih rendah dari air bakunya.  Untuk itu penambahan calcite akan membantu meningkatkan pH air.

Pemasangan media filter calcite biasanya inline dengan aliran In – Out, untuk itu media ini akan larut bersama aliran air.  Pemeliharaan yang diperlukan adalah selalu melakukan cek terhadap volume media di dalam tabung.  Karena jumlah media calcite semakin lama semakin habis.

Bentuk calcite adalah seperti powder bubuk dan berwarna putih.  Volume dalam paking sekitar 10 – 15 liter.  Karena media ini sangat bersih dan NSF untuk air minum, maka susunan media filter umumnya tidak digabung dengan media lainnya.

Bagaimana Cara Menghitung Volume Media Filter Air?

Media filter air yang akan digunakan pada tabung filter sebaiknya dihitung terlebih dahulu volume atau jumlah medianya.  Tidak semua ruang yang ada di tabung filter harus dipenuhi oleh media filter.  Pada umumnya isi media tabung hanya berkisar antara 40 – 60% saja.

Untuk media yang agak berat saat di backwash usahakan jangan terlalu tinggi medianya, karena saat di backwash lebih mudah.  Juga terkadang terlalu tinggi media menyebabkan terjadinya pressure-drop (penurunan tekanan) yang cukup tinggi.

Jenis media filter air yang lebih ringan bisa dimasukkan ke dalam tabung filter sebanyak 55 – 60% dari tinggi tabung.  Sehingga masih tersisa ruang kosong (expansion-bed) untuk kebutuhan backwash.  Untuk menghitung jumlah media yang akan digunakan, bisa mencoba kalkulator media ini.

Volume media jenis calcite atau kalsium karbonat untuk meningkatkan pH air tidak sama dengan filter lainnya.  Volume media ini biasanya hanya sedikit digunakan dengan ukuran tabung yang lebih kecil.

Bagaimana Susunan Media Filter Yang Tepat?

Setelah menghitung volume yang dibutuhkan, maka yang tidak kalah penting adalah susunan media filter yang tepat.  Umumnya penyusunan media dari media yang berat paling bawah dan diikuti oleh yang lebih ringan.

Filter air jenis multimedia filter umumnya menyusunnya dengan 3 – 4 lapis yaitu gravel besar 2 – 3 cm, gravel lebih kecil 1 – 2 cm, diikuti pasir silika 4 – 7 mm dan lapisan paling atas adalah antrasit.

Sedangkan susunan media filter jika difungsikan untuk filter karbon aktif, maka susunannya hanya 2 lapis saja, yaitu gravel sekitar 20% dari tinggi bed depth media dan sisanya 80% media carbon aktif.

Untuk susunan media filter yang menggunakan media resin, biasanya ada dua versi.  Ada yang menggunakan gravel sebagai under bedding dan ada juga yang langsung seluruhnya media resin.

Jika tidak menggunakan gravel, yang terpenting adalah jangan membiarkan media lolos saat posisi filtrasi.  Untuk pemilihan ukuran strainer yang lebih kecil misalnya 0.2-micron menjadi kuncinya.

Apa Media Filter Air Sumur Bor Yang Cocok?

Masalah air pada air sumur bor kecenderungannya adalah air berbau dan berwarna.  Tetap di beberapa tempat juga lebih sering masalah adanya kandungan kapur yang berlebihan.

Apabila air sumur bor berwarna jernih dan airnya agak bau, mungkin lebih mudah memilih media filter air sumur bor yang cocok.  Pada kondisi ini cukup menggunakan media sand silika plus antrasit dan ffilter karbon aktif.  Sehingga dua unit filter sudah cukup untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun apabila muncul juga kandungan besi dan/atau mangan, maka penambahan media Birm atau Manganese Zeolit atau juga Manganese Greensand.  Untuk kasus besi dan mangan, sebaiknya dilakukan analisa air baku di laboratorium air Depkes atau Sucofindo.

Dengan melakukan uji analisa air, maka diketahui jumlah kandungan mineral tersebut.  Apabila lebih dari 1 – 2 ppm maka gunakan media filter air manganese greensand, dan jangan menggunakan media Birm.  Kasus lainnya biasanya kalau air bersih, maka ada kecenderungan air juga mengandung kapur.

Tanya Jawab

1. Apakah rekomendasi media filter air yang cocok untuk air sumur di Indonesia?

jika air sumur sudah bening dan tidak berbau, maka gunakan saja media filter air pasir silika dan karbon aktif. Namun pemasangannya menggunakan dua tabung terpisah.

2. Dimana tempat membeli media filter air berkualitas di Jakarta?

Kami Mapurna siap menyediakan media filter air yang dibutuhkan, khususnya untuk komersial dan industri.

3. Apa media filter air yang efektif menghilangkan bau dan rasa tidak sedap?

Apabila menggunakan sumur bor dan airnya masih bening dan berbau, maka gunakan saja media karbon aktif.  Namun jika airnya kuning dan rasa tidak sedap, gunakan media manganese greensand.  Serta bantuan klorinasi pada tangki air baku, agar air mineral air baku teroksidasi

4. Berapa lama proses penggantian media filter air dan frekuensi yang dianjurkan?

proses pergantian ukuran kecil dibawah 20 inch, biasanya 2 – 4 jam. Frekuensi pergantian media filter sangat relatif, namun umumnya 1 – 2 tahun.

5. Apa media filter air yang kompatibel dengan mesin RO (Reverse Osmosis)?

Apabila sumber air baku menggunakan air PDAM, maka media filter yang harus ada adalah karbon aktif. Karena PDAM umumnya mengandung kaporit (chlorine) yang menjadi musuh membrane RO jenis TFC.  Namun bila menggunakan air tanah, sebaiknya menggunakan 3 jenis yaitu media sand, media carbon dan media manganese.

Apabila tidak menemukan jawaban?

Silakan ajukan pertanyaannya, tim kami akan memberikan informasi lebih lanjut.

Kirim Pertanyaan

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment