Mixed Bed Resin

mixed bed resin polisher

Mixed bed resin adalah sistem untuk memproduksi air murni (high purity water). Sistem ini menggunakan resin anion dan cation yang meletakkannya di dalam satu tabung (tangki) filter. Sistem regenerasinya pun berlangsung secara bersamaan, sehingga prosesnya lebih cepat. Mixed bed resin ini sifatnya adalah sebagai mixed bed ‘polisher” dari Reverse Osmosis Membrane, atau juga setelah demineralizer (two-bed).

Metode lain dalam menghasilkan air murni adalah dengan metode Electrodeionization (EDI) system. Berbeda dengan Mixed Bed, maka EDI water treatment system menggunakan voltage tegangan tinggi dari system electrical. EDI system ini sama sekali tidak menggunakan bahan kimia, sehingga bidang farmasi lebih banyak menggunakannya.

Beberapa industri sudah sejak dulu menggunakan sistem deionisasi, seperti berikut ini:

  • Kebutuhan Medis
  • Laboratorium
  • Perusahaan Farmasi
  • Perusahaan Kosmetik
  • Pabrikan Elektronik
  • Pengolahan Makanan
  • Plating dan Anodize
  • Power Plant
  • Manufaktur Perakitan Mobil
  • dll.

Mixed Bed Resin Adalah

Mixed Bed Resin adalah metode pertukaran ion yang menghasilkan air murni dengan kandungan mineral rendah (mendekati air murni).  Mixed bed resin ini sifatnya sebagai mixed bed polisher, artinya sebagai unit terakhir.  Untuk itu air baku harus dari reverse osmosis atau demineralizer anion cation.

Sistem deionisasi ini berfungsi sebagai polishing, artinya unit berfungsi ketika air bakunya hanya mempunyai sedikit mineral. Menempatkan unit ini biasanya setelah reverse osmosis atau demineralizer unit.

Pada operasionalnya mixed bed resin, mengingat unit ini banyak menggunakan valve (13 – 15 valve) lebih baik di desain secara otomatis. Apalagi menghubungkannya dengan komponen instrumentasi.

Seiring dengan penggunaan produksi, maka kualitas air akan menurun konduktivitasnya (resistivity). Saat inilah memerlukan regenerasi, yaitu dengan penukaran ion asam kuat (HCl) dan Basa Kuat (NaOH).

Saat melakukan regenerasi ini memerlukan beberapa kali perpindahan valve, untuk itulah pilihan dengan sistem otomatis lebih baik.

Pada umumnya target konduktivitas menggunakan mixed bed resin ini adalah < 1 micro siemens.

Mixed Bed Resin adalah metode pertukaran ion yang digunakan untuk menghasilkan air murni dengan kandungan mineral rendah (mendekati air murni).  Mixed bed resin ini sifatnya sebagai mixed bed polisher, artinya sebagai unit terakhir.  Untuk itu air baku harus dari reverse osmosis atau demineralizer anion cation.

Mixed Bed Resin ini berfungsi sebagai polishing, artinya unit berfungsi ketika air bakunya mengandung hanya sedikit mineral. Sistem mixed bed ini menempatkannya setelah reverse osmosis unit.

Pada operasionalnya, mengingat unit ini banyak menggunakan valve (13 – 15 valve) lebih baik di desain secara otomatis. Apalagi menghubungkannya dengan instrumentasi..

Seiring dengan penggunaan produksi, maka kualitas air akan menurun konduktivitasnya (resistivity). Saat inilah memerlukan regenerasi, yaitu dengan penukaran ion asam kuat (HCl) dan Basa Kuat (NaOH).

Saat regenerasi ini memerlukan beberapa kali perpindahan valve, untuk itulah pilihan dengan sistem otomatis lebih baik.
Pada umumnya target konduktivitas menggunakan mixed bed resin ini adalah < 1 microsiemens.

Proses Mixed Bed Resin

Proses kerja deionisasi saat operasional sama halnya dengan proses filter pada umumnya.  Saat air mengalir terjadi pertukaran seluruh ion dengan ion H dan OH.  Karena sudah hilangnya ionik dalam air, maka sistem sudah menghasilkan air dengan mineralogi rendah. murni).

Kapasitas penukaran ion mixed bed resin ada batasnya, sehingga ketika kapasitas tukarnya “habis”, maka saat inilah memerlukan REGENERASI.
Sebelum proses regenerasi, maka resin sudah melalui tahapan Backwash seperti pada filter umumnya (backwash dan rinse).

mixed bed resin polisher
Layout Mixed Bed Resin

Proses mixed bed resin selanjutnya, Caustic (NaOH) masuk melalui aliran bawah. Sedangkan Asam (HCl) masuk melalui header regeneran upflow. Pipa hub kolektor akan mengalirkan sisa basa dan asam untuk dibuang.

Setelah regenerasi, lakukan pembilasan lambat dan melanjutkannya dengan membilas dengan air produk (jika tersedia).
Pastikan setelah regenerasi dan sebelum dimasukkan ke tangki produksi, kualitas air benar terjamin yaitu < 1 micro siemens. Apabila belum memperoleh hasil baik (akibat sisa kimia regenerasi), lakukan kembali pembilasan atau flushing ke saluran drain, sampai hasilnya cukup baik Kualitas yang bisa didapat bisa mencapai 18 megaohms (< 0,5 micro siemens).

Uraian Langkah Regenerasi sebagai berikut:

  • Backwash – Bilas
  • Settling Bed Resin
  • Injeksi Kimia Asam & Basa
  • Perpindahan Kimia Asam & Kaustik
  • Tiriskan
  • Campuran Udara (jika ada)
  • Isi Ulang dengan air baku
  • Pembilasan
  • Cek Kualitas bypass sebelum masuk tangki produk

Air Deionisasi Setelah Proses Mixed Bed Resin

Air deionisasi adalah air yang hampir sepenuhnya bebas dari mineral terlarut. Mineral-mineral ini ada sebagai kation (misalnya, natrium, kalsium, tembaga, besi, magnesium, timbal) dan anion (misalnya, klorida, fluoride, sulfat, nitrat). Air deionisasi memiliki konduktivitas listrik yang rendah dan tidak membentuk kerak atau endapan lain pada permukaan. Dengan sendirinya, deionisasi tidak menghilangkan senyawa organik, sebagian besar patogen, gas terlarut, atau kontaminan lain yang tidak terisi. Tetapi, mengikuti proses pemurnian lainnya, air deionisasi yang dihasilkan sangat murni.

Nama lain untuk air deionisasi adalah air demineralisasi. Secara teknis air demineralisasi artinya air yang sebagian besar mineralnya sudah hilang, termasuk silika dan senyawa lainnya.

Deionisasi dengan proses mixed bed resin akan menghasilkan air dengan konduktivitas 0,15 us/cm, natrium 10 PPB dan silika 10 PPB.  Hasil yang baik ini tentunya harus memperhatikan air bakunya, air yang masuk ke proses mixed bed resin minimal mempunyai TDS maksimum 20 ppm.

Flow Diagram System

Proses flow diagram system menggambarkan aliran air dari tangki air baku, pretreatment, reverse osmosis, mixed bed unit serta tangki produk. Serta beberapa kontrol dan instrumentasi agar sistem secara fungsi dan control bekerja dengan baik.
Beberapa komponen yang ada di dalam sistem proses flow diagram adalah :

mixed bed resin polisher
Process Flow Diagram Mixed Bed Resin

Langkah Start-Up

Adapun langkah – langkah memulai operasional (START – UP) unit mixed bed resin atau uji commissioning, sebagai berikut:

  • 1) Mempersiapkan bahan kimia untuk regenerasi pertama, NaOH 48% 40kg dan HCL 32% 60 kg kemudian menuangkan ke dalam tangki chemicals. Tuangkan NaOH sampai batas 8 Gallon (lihat batas pada tangki ), tuangkan HCl sampai batas 15 Galon (lihat batas pada tangki).
  • 2) Memutar Switch Regenerasi ke posisi MANUAL (tunggu 5 dt), kemudian tekan push button Manual Regeneration.
  • 3) Regenerasi unit akan berjalan dengan 13 siklus dengan masing-masing siklus melakukannya secara otomatis, dengan waktu masing-masing siklus sesuai pengaturan.
  • 4) Lakukan pengaturan tekanan udara pada Air Regulator, 3 bar untuk tekanan Pneumatic dan 5 bar untuk Air mixing.
  • 5) Lakukan pengaturan flow Chemical melalui ball valve (tangki Chemical), sesuai yang perhitungan regenerasi (biarkan saja valve kondisi full open).

Tahapan Cycle Operasional Mixed Bed Resin

mixed bed deionisasi

Komponen Mixed Bed Resin

Beberapa komponen dari system mixed bed resin akan langsung “kontak” dengan air yang mengandung asam kuat dan basa kuat.  Untuk itu perlu mempertimbangkan bahwa material tersebut adalah tahan terhadap korosif.  Mixed Bed Resin umumnya menggunakan material dari PVC Class AW atau PVC Schedule-80.  Hampir jarang menemukan material dari steel atau stainless.  Di bawah ini beberapa komponen Mixed Bed Resin adalah sebagai berikut :

  • Tangki Carbon Steel dengan lapisan karet (rubber)
  • Tiga buah Glass Sight pada sisi atas, tengah dan bawah.
  • Media Resin, Strong Acid Cation & Strong Base Anion Resin
  • Skid Mounted Schedule 80 PVC Piping
  • PVC Hub Radial Inlet
  • PVC Header Lateral Middle Collector
  • Strainer on Plate Bottom Collector
  • Thermal Safety Valve
  • Butterfly Valve & Ball Valves
  • Inlet/Outlet Pressure Gauges
  • Conductivity Analyzer on Product
  • Digital Flowmeter on Feed
  • Local Control Box
  • PLC Controls

Tangki Mixed Bed Resin

Pembuatan tangki mixed bed resin dari material plat baja atau pipa baja, selanjutnya melapisinya dengan rubber (karet).   Tujuan dari pelapisan ini agar material body tidak langsung terkena bahan kimia yang menimbulkan korosif.

CONTACT

Mempunyai Project Untuk Kami ?

Visit Survey dan Preliminary desain juga draft quote.

Sales Tim

SUPPLY & PROJECT

+21 8274 7811

+0811 189 122

sales@mapurna.id

Senin. - Jumat. 08:00 - 17:00

Bekasi, JaBar

Send message