Desalinasi Air Laut Menjadi Sumber Air Tawar Masa Depan

Desalinasi air laut membantu menyediakan air bersih seiring terus bertambahnya pertumbuhan penduduk dan intrusi air laut semakin luas.  Dengan 2/3 luas Indonesia adalah lautan, maka tahapan proses desalinasi air laut dengan reverse osmosis akan menjadi cara efektif untuk menyediakan air tawar.

System desalinasi air laut mempunyai tujuan menghilangkan kandungan garam air laut, agar memperoleh air tawar.  Proses tersebut akan mengurangi kadar garam air laut, semula antara 10.000 – 36.000 ppm menjadi lebih kecil dari 500 ppm.

Teknologi desalinasi telah berkembang, tidak saja di perkotaan tapi sampai ke desa terpencil di seluruh Indonesia.  Hubungi tim MAPURNA, untuk penjelasan lebih produk dan system mengenai proses desalinasi air laut.  Kami juga bisa melakukan visit survey di seluruh Indonesia.

Apakah Artinya Desalinasi?

Desalinasi adalah proses menghilangkan garam, mineral, dan padatan terlarut lainnya dari air asin, untuk mendapatkan air tawar.  Desalinasi reverse osmosis adalah jenis desalinasi yang menggunakan membrane.  Pada membrane akan menciptakan penghalang, antara air dan partikel garam.

Sistem desalinasi mempunyai beberapa cara, namun secara umum ada dua metode yaitu, dengan uap panas (thermal) dan membrane (reverse osmosis).  Metode reverse osmosis adalah salah satu cara yang lebih popular, untuk  melakukan teknologi desalinasi air laut.

Secara umum desalinasi mempunyai fungsi untuk menyuling air laut, yang menyebutnya dengan desalinasi air laut.  Namun desalinasi juga bisa untuk sumber air asin dari air payau.  Pengolahan untuk air payau lebih banyak menggunakan reverse osmosis, dari pada system thermal.

System reverse osmosis akan menggunakan pompa tekanan tinggi untuk menekan membrane.  Dari proses penekanan ini akan memperoleh dua aliran, yaitu aliran air tawar dan air garam pekat.  Air garam pekat ini selanjutnya akan keluar melalui aliran drain.

Desalinasi Air Laut di Indonesia

Pengembangan desalinasi air laut di Indonesia terus tumbuh setiap tahunnya.  Hal ini mengingat banyak tempat indah untuk komersial yang tidak memiliki akses air bersih.  Sehingga potensi membangun water treatment system untuk komersial, baik untuk industri atau sebagai investasi.

Kebutuhan desalinasi baik kapasitas kecil dan besar terus tumbuh, seiring pertumbuhan bisnis di sekitar pantai.  Fakta yang lain adalah beberapa investor baik dari dalam negeri dan dari luar negeri, sudah melakukan investasi desalinasi air laut dalam bentuk BOO atau BOT.

Bagaimana Sumber Air Baku Desalinasi Air Laut di Indonesia?

Rencana pemasangan desalinasi air laut harus memerlukan survey terhadap sumber air baku.  Mengingat system desalinasi menggunakannya untuk jangka waktu yang panjang, maka harus memilih sumber yang cukup baik.  Salah satu faktor sumber yang baik adalah jernih dan memiliki TDS lebih rendah.

Nilai TDS air laut di Indonesia sangat bervariasi, umumnya berkisar antara 18.000 – 35.000 ppm.  Standar umum internasional adalah TDS air laut adalah 15.000 – 40.000 ppm.  Namun di Mesir, mungkin yang paling tinggi di dunia yaitu sekitar 45.000 ppm.

Tim MAPURNA pada tahun 2008 pernah mengukur di pantai Bali Pecatu Graha, TDS air laut Nya adalah 18.000 ppm.  Sedangkan pada tahun 2016, survey di Ancol memiliki TDS 25.000 ppm.  Nilai TDS dengan rentang ini sudah cukup memadai untuk air baku desalinasi air laut.

Masa Depan Teknologi Desalinasi

Selain menyediakan air minum bersih, desalinasi juga memiliki banyak manfaat lainnya. Salah satunya adalah akan mengurangi kebutuhan akan air tanah, sehingga bisa membantu melindungi habitat dan ekosistem alami. Ini juga memberikan keamanan suplai air bersih dan akhirnya menciptakan peluang kerja dan usaha secara makro.

Keterbatasan air bersih adalah salah satu tantangan paling serius di zaman ini. Tantangan untuk menyediakan air minum yang cukup dan aman semakin sulit oleh pertumbuhan populasi, industrialisasi, kontaminasi sumber daya air tawar yang tersedia, dan perubahan iklim.

Satu-satunya metode untuk meningkatkan pasokan air di luar apa yang tersedia adalah desalinasi dan penggunaan kembali air (water recycle). Dari jumlah tersebut, desalinasi air laut menawarkan pasokan air berkualitas tinggi yang tampaknya tidak terbatas dan stabil, tanpa merusak ekosistem air tawar alami.
Teknologi desalinasi air laut dengan reverse osmosis sangat rakus terhadap power listrik. Namun karena adanya tantangan tentang penting solusi pengolahan air laut, maka semakin lama semakin efisien.

Kenapa Desalinasi Air Laut Menjadi Teknologi Di Masa Depan?

Dengan semakin terbatasnya sumber air bersih seperti air sungai, maka sumber air laut akan menjadi  alternatif utama.  Dalam 10 tahun terakhir, desalinasi menggunakan membran semi-permeable seawater reverse osmosis telah mendominasi pasar desalinasi air laut di Indonesia.

Meskipun teknologi membran telah mendapatkan daya tarik yang signifikan, namun usaha – usaha pengembangan teknologi desalinasi air laut terus berkembang.  Usaha menciptakan komponen yang berfungsi lebih besar kapasitas serta penghematan power listrik terus mempunyai improvement.

Kemajuan dalam teknologi desalinasi, mampu mengembangkan membran RO menjadi lebih besar kapasitasnya tanpa merubah dimensi.  Serta pompa RO yang boros energi, semakin efisien konsumsi listriknya.

Beberapa usaha yang tumbuh di pinggir pantai atau di tengah pulau, tidak perlu khawatir lagi memikirkan cara mendapatkan air tawar.  Dengan desalinasi air laut bisa memproduksi air tawar sendiri di mana pun.

Bagaimana Proses Desalinasi Air Laut Menggunakan Reverse Osmosis?

Pada proses desalinasi air laut ini, hanya molekul ukuran lebih kecil dari 0,0001 micron yang bisa melewati membrane. Desalinasi menggunakan teknologi reverse osmosis, akan memisahkan molekul air dari air laut.  Air baku akan melewati ribuan membrane semipermeable dengan tekanan yang sangat tinggi

Sea water reverse osmosis adalah salah type reverse osmosis untuk proses desalinasi air laut.  Sea water reverse osmosis mempunyai beberapa pilihan kapasitas, dari yang paling kecil sampai tidak terbatas.  Sebagai contoh mulai 1.000 liter / hari sampai 100 M³/Jam.  Sementara desalinasi menggunakan metode thermal, umumnya untuk kapasitas yang besar.

Cara kerja desalinasi air laut adalah tahapan – tahapan pengolahan yang terdiri dari beberapa komponen system.  Langkah – langkah pada cara kerja ini akan menggunakan 7 tahapan yang umum.  Kami menguraikan tahapan proses desalinasi air laut tersebut, seperti penjelasan di bawah ini.

desalinasi air laut plant

1. System Intake Desalinasi Air Laut

System intake air laut  adalah proses mengambil sumber air laut untuk ke tempat water treatment plant.  Beberapa metode yang umum adalah pengeboran di pinggir pantai (beach Deepwell).  Metode ini lebih mudah melakukannya, karena umumnya hanya melakukan pengeboran dangkal.

Alternatif lainnya adalah menggunakan metode “open sea water intake”, yaitu pengambilan air laut langsung dari laut.  Metode ini lebih cocok untuk system desalinasi air laut yang mempunyai kapasitas besar, misalnya lebih dari 1000 M³/hari. Mengingat membutuhkan jumlah air baku yang sangat besar.

Metode open surface ini adalah memasang pipa menjorok ke laut, sepanjang 200 – 500 meter.  Cara ini membutuhkan biaya yang tinggi, karena akan membentangkan pipa dan  proteksi pipa agar kuat tidak tersapu ombak.

2. System Pretreatment Desalinasi Air Laut

Proses desalinasi air laut sangat membutuhkan pemasangan pretreatment.  Dengan adanya pretreatment maka membrane akan lebih lama fungsinya, sehingga  investasi system desalinasi air laut akan mengurangi biaya Opex.

Pretreatment ada beberapa jenis, salah satunya menggunakan multimedia filter (MMF).  Filter multimedia ini hampir selalu ada pada system desalinasi.  Pada air baku dengan kualitas buruk, biasanya harus menambah pretreatment yang lain.

Pemasangan beberapa system tambahan lainnya, adalah sebagai alternatif agar memperoleh pretreatment yang baik.  Selain multimedia filter di atas, pretreatment lainnya adalah system membrane ultrafiltrasi dan system water clarifier.

Multimedia Filter For Desalinasi Air Laut
Multimedia Filter For Desalinasi Air Laut

Pretreatment Desalinasi Dengan System Membrane Ultrafiltrasi

Pada system desalinasi air laut yang lebih baru, pemasangan ultrafiltrasi sering memasangnya sebagai pengganti multi media filter.  Dengan pemasangan ultrafiltrasi, maka akan menghilangkan penggunaan klorinasi dan deklorinasi pada air baku.

Efek lainnya adalah, pemasangan ultrafiltrasi akan mendapatkan air dengan turbiditas yang lebih baik daripada multimedia filter.  Sehingga prefilter pada unit desalinasi akan lebih lama penggantiannya.

Kasus lainnya adalah ketika air baku dekat dengan pelabuhan, maka sering menemukan  air baku tercampur dengan minyak (oil).  Pada kasus ini, maka pemasangan multimedia filter dan ultrafiltrasi tidak cukup mengatasi masalah air baku desalinasi ini.  Masalah ini hanya bisa diselesaikan dengan pemasangan water clarifier system atau DAF system.

System Water Clarifier Untuk Pretreatment Desalinasi

Penggunaan system water clarifier adalah dengan menambahkan kimia flokulasi dan koagulasi.  Tujuannya air baku yang mengandung suspended atau minyak bisa menggumpal di tangki clarifier menjadi bahan padatan.

Sesungguhnya apabila biaya budget investasi system desalinasi air laut mencukupi, pemasangan clarifier ini sangat baik.  Hal ini mengingat unsur lainnya selain suspended dan minyak, akan lebih mudah pengolahannya.  Sehingga air baku yang masuk ke permukaan membrane, akan semakin bersih dari unsur yang menyebabkan fouling.

3. System Sea Water Reverse Osmosis Desalinasi Air Laut

Type mesin reverse osmosis untuk desalinasi air laut adalah sea water reverse osmosis.  Unit reverse osmosis ini sudah mencakup beberapa komponen di dalamnya, seperti pompa, vessel, membrane, instrumentasi, pemipaan dan electronic control.  Semuanya komponen tersebut masuk ke dalam skid frame dari besi atau stainless..

Komponen utama desalinasi dengan sea water reverse osmosis adalah Pompa Booster dan Membrane RO.  Pompa Booster akan memberikan tekanan air ke Membrane RO sebesar 50 – 68 bar.  Dari proses ini nantinya akan menghasilkan dua aliran yaitu aliran Air Hasil (permeate) dan Aliran Air Buangan (concentrate).

Umumnya jumlah air yang menjadi hasil berkisar 30 – 35% dari jumlah air bakunya.  Artinya apabila air baku 10 M³/jam, maka hasilnya hanya 3 – 3,5 M³/jam.  Sedangkan air sisanya sebesar 65 – 70% akan terbuang.

Pada proses tersebut menghilangkan 98 – 99% TDS air baku, sehingga mineral yang terkandung dari air hasil hanya 1 – 2%.  Setelah menggunakan proses desalinasi, maka TDS hasil kira-kira 2% dari 25.000 ppm, atau sekitar 500 ppm.

4. System Dosing Kimia Pada Desalinasi

System dosing kimia adalah bagian yang sangat penting dari seluruh sistem pengolahan air desalinasi air laut.  Pada system yang kecil, mungkin bisa menggunakan hanya 1 dosing, misalnya hanya antiscalant dosing.  Namun untuk kapasitas besar, kebutuhan jenis dosing terdiri dari 3 – 5 system.

Adapun beberapa jenis dosing tersebut adalah:

  • Dosing Kimia Klorinasi
  • Dosing Kimia Deklorinasi
  • Dosing Kimia pH Acid
  • Dosing Kimia Antiscalant
  • Dosing Kimia pH Adjustment

Semua perangkat dosing kimia mempunyai kelengkapan tangki kimia dan mixer pengaduk.  Pada sistem dengan kapasitas yang lebih besar, maka akan menambahkan tangki kimia “preparation” (tangki cadangan).    Semua dosing kimia adalah bagian yang terintegrasi, sehingga operational dan control akan tersambung ke panel control.

5. System Post Treatment Desalinasi Air Laut

Setelah proses desalinasi air laut, akan menghasilkan air permeate dengan TDS rendah.  Namun terkadang mempunyai pH yang masih rendah, misalnya 5.5 – 6.  Faktor yang menyebabkan pH rendah adalah pada system desalinasi air laut cenderung menurunkan pH air baku, agar potensi “scaling” lebih kecil.

Agar air produk mendapatkan pH normal, maka perlu menambahkan kimia pH adjustment.  Dengan penambahan pH adjustment, maka akan mendapatkan nilai pH sekitar 6,5 – 7 sesuai PermenKes.

Jika memerlukan sampai tahap air minum, maka harus menghilangkan unsur mikro biologi bakteri dan virus.  Untuk itu pada system pemipaan output harus menambahkan  ultraviolet (UV) unit.   Jika sudah menambahkan UV, maka air produk desalinasi bahkan bisa siap langsung diminum (drinkable).

6. System Electronic Control Desalinasi Air Laut

System electronic control untuk desalinasi air laut, akan menggabungkan semua komponen utama, komponen tambahan dan instrumentasi.  Water treatment plant  selain menggunakan system electronic control terpusat, juga mempunyai beberapa system electronic local.

Pada system desalinasi yang sederhana atau kecil, mungkin tidak memerlukan pemasangan PLC (program logic control).  Umumnya kapasitas kecil cukup menggunakan panel biasa dengan timer, tanpa PLC.  Namun kapasitas kecil yang membutuhkan automation, maka salah satu caranya harus memasang PLC.

Apalagi jika memiliki ruang data control (DCS room), maka data yang ada di PLC dan HMI bisa meneruskannya melalui kabel Ethernet.  Atau lebih otomatis lagi, bisa menyambungkannya dengan GSM system secara wireless.

7. System Cleaning In Place (CIP)

Fungsi system cleaning in place (CIP) pada desalinasi air laut, hanya menggunakannya  sewaktu – waktu saja.  Untuk kapasitas yang besar, maka harus memasang system CIP ini.  Ketika ada system CIP, maka tim teknik harus mengetahui cara melakukan cleaning membrane yang benar.

Pada system CIP terdapat beberapa komponen seperti: pompa cleaning, tangki bahan kimia, prefilter cartridge, flow meter dan gauge.  Selanjutnya menempatkan komponen tersebut di dalam satu skid frame yang terbuat dari steel atau stainless steel.

System CIP akan membutuhkan bahan kimia cleaning yang terdiri dari 2 bahan kimia yaitu Asam Kuat dan Basa Kuat.  Mapurna menyediakan bahan khusus cleaning membrane yaitu Floclean MC3 untuk asam kuat, serta Floclean MC11 untuk basa kuat.

Dengan adanya system CIP ini, bertujuan agar membrane RO bisa bertahan lebih lama masa penggunaannya.  Jangan membiarkan membrane mampat (fouling) lebih dari 25% dari kapasitasnya, karena akan susah membuat normal kembali.  Jika membrane bisa berfungsi lebih lama, maka Opex pada investasi desalinasi akan lebih rendah.

Apa Saja Komponen Mesin Desalinasi Air Laut?

System desalinasi air laut dengan reverse osmosis, mempunyai komponen utama yang paling penting adalah Pompa Booster dan Membrane RO.  Di bawah ini uraian mengenai keduanya.

Pompa RO Tekanan Tinggi

Untuk menekan air laut akan membutuhkan pompa RO tekanan tinggi.  Secara teori semakin tinggi kadar garam, maka akan membutuhkan tekanan yang semakin tinggi juga.  Untuk pemilihan pompa RO tekanan tinggi harus secara cermat, mengingat harganya yang cukup tinggi.

Secara umum pompa RO tekanan tinggi untuk desalinasi air laut, mempunyai 4 jenis.   Engineer design harus paham terhadap karakteristik jenis pompa RO tekanan tinggi tersebut. Mengingat harganya cukup tinggi, perlu memastikan spesifikasi bahkan dengan kalkulasi dengan software pompa.  Adapun jenis – jenis pompa tersebut adalah: Pompa Plunger, Pompa Piston, Pompa Diaphragm, Pompa Multistage.

Beberapa brand pompa RO tekanan tinggi yang ada adalah:  CATpump, Danfos, Hydracell dan Fedco.

Material Pompa RO Tekanan Tinggi

Material Pompa RO tekanan tinggi untuk desalinasi air laut adalah pompa yang tahan karat dari kadar garam air laut.  Selain itu juga pompa harus mempunyai ketahanan terhadap korosifitas udara atau iklim di sekitarnya.

Ada beberapa pilihan material pompa yaitu l NAB, SS – 316L, dan Duplex. Tentunya semakin bagus material, maka biaya pengadaannya semakin tinggi juga.  Bahkan index harga material Duplex. bahkan 3 – 4 kali dari harga material NAB.  Penting memperhatikan biaya pembelian, sehingga capex investasi desalinasi air laut memadai.

Material NAB (nickel aluminium bronze) adalah jenis material yang mempunyai grade paling rendah.  Material ini walaupun rendah, pengalaman dari tim teknik mapurna cukup bertahan lebih 5 tahun bahkan lebih.  Pemilihan dengan material ini tentunya berhubungan dengan biaya investasi desalinasi air laut yang lebih rendah.

Reverse osmosis air laut lebih banyak menggunakan material SS – 316L.  Hampir sebagian besar jenis pompa reverse osmosis tekanan tinggi memiliki material SS – 316L ini.

Pompa dengan material duplex adalah pompa yang mempunyai grade paling bagus. Namun mempunyai harga yang paling tinggi, daripada material lainnya.  Apabila pembiayaan menjadi faktor utama, maka lebih baik tidak menggunakan pompa dengan material ini.  Pilihlah spesifikasi yang lebih rendah yaitu Stainless SS – 316L atau NAB.

Energy Recovery Device (ERD) Pompa RO Tekanan tinggi

Energy recovery device ini adalah perangkat tambahan pada pompa reverse osmosis tekanan tinggi.  Pompa ini membutuhkan power listrik yang tinggi, maka dengan unit bisa mengurangi kebutuhan konsumsi listrik. Hal ini tentu berhubungan dengan Opex yang rendah pada investasi plant desalinasi air laut.

Dengan system ERD ini, bisa menggunakan kembali energi dari aliran konsentrat (rejection). Air konsentrat akan masuk ke system ERD, selanjutnya ERD akan merubah air konsentrat menjadi air yang bertekanan lebih tinggi.  Keuntungan dari konsep desalinasi ini adalah, akan menekan penggunaan power listrik.

Penggunaan ERD ini cocok untuk sistem desalinasi air laut dengan kapasitas sedang atau besar, misalnya lebih dari 5 M³/Jam.  Apabila memasang unit ERD pada kapasitas kecil, maka akan berhubungan dengan biaya pembelian unit ERD yang biayanya juga agak tinggi.  Di bawah ini adalah photo instalasi unit ERD pada pompa tekanan tinggi merk Fedco.

Energy Recovery Device Untuk Multistage Pump Desalinasi Air Laut
Energy Recovery Device Untuk Multistage Pump Desalinasi Air Laut

2. Membrane RO Desalinasi Air Laut

Pada proses desalinasi air laut, membrane yang digunakan harus menggunakan membrane RO jenis air laut atau sea water membrane.  Membrane RO terdiri dari 3 jenis, yaitu membrane air tawar, air payau dan air laut.

Sistem desalinasi air laut akan menggunakan membrane ukuran 2.5-inch, 4-inch dan 8-inch.   Kapasitas kecil umumnya menggunakan 2.5 inch.  Kapasitas sedang menggunakan membrane 4 inch dan kapasitas besar menggunakan membrane 8 inch.  Beberapa merk membrane yang ada di Indonesia diantara-Nya membrane Filmtec, Hydranautics, LG, Desal, Keensen, dll.

3. Vessel (Housing) Membrane

Vessel membrane ini mempunyai ukuran 2.5-inch, 4-inch dan 8-inch.  Untuk kapasitas 4 inch dan 8 inch mempunyai pilihan panjang vessel yang bervariasi.

Panjang vessel ini mencerminkan jumlah membrane yang ada di dalam vessel.  Untuk vessel ukuran 8 inch, jumlah yang paling banyak adalah 6 membrane.  Jumlah ini nantinya akan berhubungan dengan istilah recovery design dari system desalinasi. misalnya 30%, 35% dst.

Pada saat pergantian membrane RO, maka tidak perlu mengganti vessel membrane.  Umumnya saat pergantian membrane hanya karet seal dan O-ring yang kemungkinan sudah keras.

Vessel membrane mempunyai pilihan fiberglass (FRP) dan Stainless steel.  Sebagian besar RO unit untuk desalinasi air laut menggunakan bahan fiberglass. Jarang menggunakan material stainless steel.  Kalaupun ada maka material stainless harus dari SS – 316L atau Duplex.

Bagaimana Kualitas Air Desalinasi Air Laut?

Keberhasilan dari metode desalinasi air laut adalah mendapatkan air tawar atau bisa menyebutnya juga dengan “fresh water”.  Tentunya syarat utama adalah harus memenuhi standar Permenkes Air Minum dari Lab Depkes atau Sucofindo.

Data tabel di bawah ini menampilkan hasil uji system air produksi setelah proses desalinasi air laut.  Data ini adalah sebagian potongan dari hasil analisa air di Laboratorium Depkes.

Untuk mengetahui pengujian cepat hasil desalinasi, bisa melakukan tes air produk tersebut dengan TDS Meter.  Kualitas air hasil berkisar 400 – 700 ppm, jika TDS air baku 25.000 – 35.000 ppm.

Namun jika air baku kurang 20.000 ppm, maka hasilnya akan lebih kecil dari 300 ppm.  Dengan nilai TDS lebih kecil 1000 ppm, maka hasil dari desalinasi air laut di kategorikan menjadi standar air bersih.

Pengujian lainnya adalah berupa pengujian dengan “pengecapan” rasa secara langsung.  Karena kadar garam sudah sebagian besar hilang, maka tidak akan merasakan air asin.  Pengamatan lainnya bisa secara visual, umumnya air produk desalinasi air laut yang baik warnanya sudah sangat bening dan tidak buram (keruh).

Pada system power plant tekanan tinggi, banyak menggunakan air laut sebagai bahan baku mendapatkan air tawar.  Selanjutnya air tawar ini akan mendapatkan treatment mixed bed resin maupun electrodeionization.

Hasil Analisa Air Setelah Proses Desalinasi Air Laut

No Jenis Pengujian Satuan Hasil Pengujian
1 Bau - Tidak Berbau
2 TDS mg/l 132
3 Kekeruhan NTU 0,25
4 Warna Pt-Co 0,8
5 Rasa Tidak Berasa
6 Suhu C 24,8

Apakah Manfaat Desalinasi Air Laut Reverse Osmosis?

Berikut ini adalah beberapa manfaat desalinasi air laut, yang cukup baik.  Sehingga bisa menjadi solusi pengolahan air tawar.

  1. Desalinasi menghilangkan garam dan mineral lain dari air laut dan mengubahnya menjadi air tawar. Sistem ini akan memberikan solusi bagi daerah yang memiliki sumber daya air tawar yang terbatas.
  2. Menghasilkan air untuk pengairan pertanian, yang sangat bagus untuk daerah kering.
  3. Teknologi Desalinasi Merupakan teknologi yang sudah “proven” (terbukti) efektif untuk menyediakan air bersih. Sistem ini selalu berkembang dari proses pengujian yang efisien dari waktu ke waktu.
  4. Bisa memanfaat sumber air laut yang melimpah, untuk menghasilkan air tawar.  Bahkan bisa langsung bisa menjadi air minum, dengan menambahkan satu step reverse osmosis air tawar.
  5. Tidak seperti teknologi lain sangat bergantung pada beberapa faktor seperti hujan, sistem desalinasi air laut tidak bergantung pada apa pun selain air laut.
  6. Plant desalinasi umumnya terletak di pinggir pantai, sehingga jika ada “accident” tidak membahayakan lingkungan umum.

Berapa Biaya Produksi Air Pada Desalinasi Air Laut?

Biaya produksi pengolahan desalinasi air laut, akan menjadi pertimbangan untuk membuat perhitungan pengadaan system.  Apalagi kalau menghubungkannya dengan nilai investasi, maka perhitungan operasional Opex menjadi faktor yang menentukan.

Beberapa komponen yang akan mempengaruhi biaya produksi desalinasi adalah sebagai berikut:

  • Prefilter Cartridge
  • R.O. Membrane
  • Pre-Chlorination
  • Acid Chemical
  • Dichlorination Chemical
  • Antiscalant
  • pH Adjustment Chemical
  • Post-Chlorination
  • Filter Media
  • Power Electricity

Di bawah ini kami memberikan sebuah contoh perhitungan biaya produksi desalinasi air laut dengan reverse osmosis  kapasitas 6 M³/jam.  Perhitungan ini adalah rujukan perhitungan tim MAPURNA yang sudah terlaksana pemasangannya.

DESALINASI AIR LAUT DENGAN REVERSE OSMOSIS KAPASITAS 6 M³/JAM
PART PRICE QTY UNIT
Jumlah Membrane 8x40 12.000.000 12 pc
Prefilter 20" 90.000 24 pc
Volume Filter 500.000 48 zak
KALKULASI KONSUMABEL
ITEM CYCLE BIAYA %
PREFILTER CARTRIDGES MONTHLY 25.920 21,25%
R.O. MEMBRANES EVERY 3 YRS 48.000 39,36%
Pre-CHLORINATION CONT 7.088. 5,81%
ACID CHEMICAL CONT 0 0,00%
DECHLORINATION CHEMICAL CONT 10.973 9,00%
ANTISCALANT CONT 21.976 18,02%
pH ELEVATION CHEMICAL CONT 0 0,00%
Post-CHLORINATION CONT 0 0,00%
FILTER MEDIA EVERY 3 YRS 8.000 6,56%
ELECTRICITY CONT 0 0,00%
TOTAL COST PER YEAR 122.000.000
TOTAL O & M COST PER M3 PRODUCT 14.000
CONT : Continous Operational

Berapa Harga Mesin Desalinasi Air Laut?

Dalam merencanakan desalinasi air laut, salah satu faktor yang sering menjadi pertanyaan adalah harga mesin.  Mesin desalinasi air laut yang dimaksud dalam hal ini adalah sea water reverse osmosis.

Berapa Harga Per Unit - Mesin Desalinasi Air Laut?

Pengertian Harga Per Unit adalah hanya reverse osmosis unit saja, tanpa menambahkan komponen lainnya seperti pretreatment, tangki bahan baku, tangki produk, pompa air baku, dll.

Kami ingin mencoba memberikan sedikit contoh terhadap unit kecil dan sedang.  Walaupun sesungguhnya sangat relatif terhadap biaya, karena adanya beberapa opsi.

Harga per unit mesin desalinasi kapasitas 5000 – 6000 liter per hari (24 jam) berkisar antara 130 – 150 jt.  Sedangkan untuk menjadi sebuah system, akan membutuhkan penambahan biaya sebesar 70 – 80 jt.  Sehingga Harga Per System membutuhkan biaya 200 – 230 jt.

Berapa Harga Per System - Mesin Desalinasi Air Laut?

Pengertian Harga Per System adalah harga reverse osmosis per unit, dan menambahkannya harga komponen lainnya.  Misalnya komponen pretreatment, tangki bahan baku, tangki produk, pompa air baku, dll.

Informasi contoh lainnya adalah perkiraan pengadaan system dengan kapasitas 5 M³/Jam.  System ini lengkap berikut pretreatment, pemipaan, panel induk, tangki produk dan pemasangan tim teknik.  Estimasi Harga Per System mesin adalah 1.8 – 2.2 Milyar.

Demikian contoh kecil tentang biaya pengadaan mesin desalinasi air laut reverse osmosis.  Faktor – faktor lainnya yang menentukan biaya tambahan, perlu perhitungan dan informasi lapangan dan sebaiknya kontak tim MAPURNA berpengalaman lebih 20 tahun.

Apakah Sudah Ada Instalasi Desalinasi Plant di Indonesia?

Instalasi desalinasi plant di Indonesia tentunya sudah banyak dan akan bertambah banyak.  Kapasitas kecil dan sedang mungkin lebih banyak terpasang, baik melalui perusahaan, CSR atau bantuan pemerintah.

Pada kesempatan ini kami menyajikan beberapa contoh desalinasi air laut dengan kapasitas yang dianggap besar yaitu lebih dari 1000 M³/Hari.  Di bawah ini sedikit catatan referensi kami mengenai desalinasi plant yang sudah ada di Indonesia.

Bali Pecatu Plant - Bali

Desalinasi air laut plant ini mulai melakukan pengadaan pada tahun 2008, dengan kapasitas 2 X 1500 M³/Hari.  Plant ini adalah milik dari Bali Pecatu Graha yang fungsinya untuk menyediakan air tawar dari air laut.

Sumber air baku desalinasi dari pengeboran beach deep well yang letaknya sekitar 500 – 1000 meter dari plant.  Produk dari proses desalinasi air laut ini nantinya untuk kebutuhan sarana di seluruh site dan sebagian kebutuhan municipal.

Desalinasi Plant Bali Pecatu
Desalinasi Plant Bali Pecatu

Muara Baru Plant, Jakarta Utara

Plant desalinasi di Muara Baru plant mempunyai kapasitas 2 X 1500 M³/Hari.  Plant ini mulai melakukan aktivitasnya sekitar tahun 2010, dengan menggunakan system BOT.  Tujuan mendirikan plant ini adalah menyiapkan sumber air bersih masyarakat, dengan harga komersial.

Ancol Plant, Jakarta Utara

System desalinasi air laut di ancol Jakarta Utara mempunyai kapasitas 5000 M³/Hari.  Saat pembangunannya mungkin menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

Tujuan mendirikan plant ini adalah menyiapkan sumber air bersih yang tawar untuk kebutuhan komersial di kawasan ancol dan  masyarakat.

Kesimpulan:

  1. Desalinasi air laut dengan system reverse osmosis, akan lebih mudah pelaksanaannya dan mempunyai pilihan beberapa kapasitas. Sedangkan system thermal, harus memiliki sumber energi power listrik yang besar.
  2. Hasil desalinasi bisa menghasilkan air bersih dan tawar. Pada hasil yang masih mempunyai TDS tinggi, bisa menambahkan system RO double phase agar menjadi air minum.
  3. Sistem ini dapat memasangnya di mana saja, asalkan memiliki akses sumber air laut.

Pemasangan Fresh Water Maker di Kapal Motor