Water Treatment Indonesia

Water Treatment di Indonesia sudah cukup banyak yang memadai dan mapurna utama adalah salah satunya.  Pemasangan water treatment di Indonesia juga sudah dilaksanakan dari Aceh sampai Papua.

Kami adalah fabrikator dan supplier dari produk Reverse Osmosis, Ultrafiltrasi, Elektrodeionisasi, Fresh Water Maker, Clarifier System, Mixed Deionisasi, Softener dan Water Filtrasi.  Disamping fabrikator, kami juga melaksanakan pemasangan water treatment di Indonesia.

Sebagian besar komponen yang digunakan adalah diimpor sendiri dari beberapa Vendor di luar negeri seperti USA, Eropa, dan Asia.  Kemudian Kami melakukan fabrikasi sendiri dengan seluruh teamwork Kami di fasilitas Kami sendiri (workshop) di Jati Asih Bekasi.

Beberapa client Mapurna  seperti : Darya Varia, Chevron Pacific Indonesia, Wijaya Karya, Pertamina ONWJ, Medco Foundation, Petro China, Honda Prospect Motor, Kementrian Pertahanan, Kementrian Kesehatan, dll.

Pemasangan Water Treatment di Indonesia

Selain kami melakukan perakitan (assembly), kami juga mempunya kemampuan untuk melaksanakan pemasangan water treatment di Indonesia.

Setelah melakukan pemsangan water treatment, kami juga melakukan START-Up dan training jika diperlukan.

Proses water treatment di Indonesia umumnya dibagi dua yaitu Water Treatment Air Bersih dan Water Treatment Air Limbah.

Beberapa jenis water treatment adalah pengolahan air sungai, pengolahan air laut, pengolahan air pharmacy, pengolahan air limbah domestik (sewage), dll.

1. Water Treatment Air Sungai

Air sungai umumnya digunakan untuk sumber air PDAM atau komunitas penduduk. Pemanfaat sumber air sungai umumnya digunakan oleh PDAM kota atau kabupaten. Dimana hampir sebagian besar PDAM menggunakan sumber air sungai untuk air bakunya.

Pengolahan air sungai adalah proses menghilangkan kontaminan berupa kekeruhan, bakteri, virus, ganggang dll. Sementara kualitas kimia dan fisika dari air sungai dianggap memadai sesuai kebetuhan standar air bersih.

Karena secara umum air sungai sudah baik kualitas kimia, maka treatment terhadap unsur kimia diabaikan. Sehingga biaya pengolahan hanya untuk treatment “suspended solid” saja.

Teknologi yang digunakan umumnya adalah sedimentasi dengan menggunakan water clarifier sistem, disamping adanya pra-sedimentasi, filter media dan post treatment.
Standar air baku yang dijadikan acuan untuk klasifikasi air minum adalah SK PERMENKES No. 492 Tahun 2010.
Beberapa tahapan pengolahan air sungai dengan clarifier sistem diantaranya adalah :

Koagulasi & Flokulasi

Koagulasi dan flokulasi seringkali merupakan langkah pertama dalam pengolahan air. Beberapa bahan kimia ditambahkan ke air, yang tujuannya mengikat kotoran di dalam air agar “menggumpal” dan mudah dipisahkan dengna air.

Teknologi water treatment ini umumnya disebut water clarifier, dan umumnya digunakan untuk pengolahan air sungai menjadi air bersih.  Pada aplikasi yang lain bisa juga digunakan untuk pengolahan limbah cair.

Sedimentasi

Selama sedimentasi, flok mengendap di dasar pasokan air, karena beratnya. Proses pengendapan ini disebut sedimentasi.

Filtrasi

Filtrasi ini umumnya menggunakan media filter, beberapa istilah yang sering di dengar adalah Sand Filter, Multimedia Filter, Carbon Filter, Iron Filter, Manganese Filter, Water Softener, dll.

Disinfeksi

Setelah air di filtrasi dan sudah bersih, adalah hanya dilihat dari unsur kimia dan fisika.  Satu lagi adalah unsur mikrobiologi.  Pada umumnya air yang bersumber dari air permukaan cenderung mengandung unsur mikrobioligi yang lebih tinggi.  Untuk itu perlu dilakukan “disinfeksi”.

Penambahan klorin (seperti kaporit) adalah salah satu cara melakukan disinfeksi.  Dengan cara ini sebagian besar mikrobiologi dan virus akan hilang.

Namun hal penting dari disinfeksi ini adalah harus menjaga konsentrasi yang di berikan.  Hal ini mengingat efek terhadap kulit dan bau yang menyengat.  Belum lagi efek secara internal terhadap kandungan klorin yang berlebihan.