Daur Ulang Air Limbah

Daur Ulang Air Limbah COD Tinggi Menggunakan Teknologi Membrane NF dan RO

Daur Ulang Air Limbah belakangan ini menjadi keharusan di beberapa fasilitas pabrik atau lembaga lainnya.  Semakin tingginya biaya pengambilan air tanah, maka pemanfaatan air limbah akan sangat membantu untuk mengurangi volume air yang dibutuhkan.

Pelaksanaan pekerjaan ini dilaksanakan pada pabrik pembuatan ragi di daerah Malang, Jawa timur.  Pada proyek ini ada sumber air dari evaporasi yang mengadung COD tinggi.  Sehingga pengolahan daur ulang air limbah ini sangat dibutuhkan.

Kapasitas air evaporasi cukup banyak yaitu 50 M³/jam, sehingga wajib melakukan daur ulang air limbah.   Pada sistem ini akan menggunakan filtrasi limbah cair menggunakan teknologi membran.

1. Daur Ulang Air Limbah Condensate COD Tinggi

Volume air limbah dari condesate ini bersumber dari sistem evaporator dalam pembuatan ragi.  Sistem evaporator ini bekerja setiap hari, sehingga ketika sitem bekerja maka akan menghasilkan air limbah dengan volume yang cukup besar.

Namun hasil air evaporasi ini mempunyai tingak COD yang tinggi, yaitu antara 700 – 2000 ppm.  Setelah diolah dengan sistem WWTP, maka hasil dari pengolahan ini dilanjutkan dengan sistem teknologi membran.

Jadi sistem daur ulang air ini merupakan pengolahan air dari air sumber yang sudah digunakan pada proses sebelumnya.  Selain menggunakan teknologi membrane sistem ini juga menggunakan sistem water treatment lainnya.

Secara karakteristik, pengolahan air limbah air COD tinggi sedikit berbeda kualitasnya dibandingkan pengolahan WWTP.  Pada sistem ini cenderung menggunakan filtrasi limbah cair secara fisika, dan tidak terlalu banyak menggunakan bahan kimia.

Dari daur ulang air limbah ini sebanyak 50 M³/jam, maka nantinya akan menghasilkan air yang bisa dimanfaatkan kembali sebanyak 30 M³/jam

Bagaimana Proses Daur Ulang Air COD Tinggi?

Seperti yang disampaikan di atas bahwa proses daur ulang air menggunakan teknologi membran.  Sistem membran yang digunakan adalah Nanofiltration dan Reverse Osmosis.  Metode ini menggunakan double phase membrane, dimana hasil dari nanofiltration selanjutnya masuk ke reverse osmosis.

Biasanya ketika menggunakan membrane, bahwa akan menurunkan nilai TDS secara signifikan.  Pada sistem daur ulang air ini akan mempunyai tujuan utama menurunkan COD dengan signifikkan.  Target dari filtrasi limbah cair dengan membran ini adalah agar mendapat COD lebih kecil dari 300 ppm.

Proses daur ulang air limbah ini mulai masuk ke sistem nanofiltrasi dengan COD 1800 – 2000 ppm.  Dari hasil ini akan proses NF akan mengurangi 40 – 50% nilai COD air condensate tersebut.  Air permeate dari proses NF ini selanjutkan ditampung pada tangki buffer untuk bahan proses selanjutnya.

Proses daur ulang air limbah ini selanjutnya menggunakan reverse osmosis, dengan recovery sekitar 65 – 70%.  Hasil filter limbah cair ini mendapatkan kualitas yang bagus.

Bagaimana Gambar Daur Ulang Air

Pada prinsipnya penggunaan sistem nanofiltrasi dan reverse osmosis untuk sistem daur ulang air limbah ini adalah mempunyai komponen yang hampir sama.  Pada sistem nanofiltrasi, sebelum masuk ke membrane akan masuk melalui prefilter terlebih dahulu.  Tujuannya agar partikel dari air baku tidak menumpuk di permukaan membrane.

Hal yang penting adalah memperhatikan nilai pH, dimana proses daur ulang air limbah ini mempunyai pH yang sangat rendah.  Sehingga membutuhkan pH adjustment agar diperoleh pH air baku mendekat 5 atau 6.

Filter limbah cair setelah itu adalah menggunakan reverse osmosis, dimana nantinya sistem reverse osmosis akan mempunyai rejection sekitar 99%.  Dari hasil rejection untuk daur ulang air ini akan di dapatkan COD rendah.

Sistem ini merupakan rangkaian uji coba lanjutan, dimana sebelumnya menggunakan prototype kapasitas kecil 250 liter/jam.  Membrane yang digunakan adalah dari membrane China, dimana MAPURNA mendapat dukungan penuh sebagai salah satu EPC reprensetative di Indonesia.

gambar daur ulang air

Galery Pemasangan Daur Ulang Air Limbah COD Tinggi

Pemeliharaan Membran Sebagai Fasilitas Filter Limbah Cair

Penggunaan teknologi membrane sebagai fasilitas filter limbah cair ini pastinya membutuhkan pemeliharaan yang teliti.  Mengingat membrane nanofiltrasi dan reverse osmosis mudah fouling, maka menyiapkan fasilitas cleaning in place (CIP) menjadi keharusan.

Hal yang paling utama adalah seringnya pergantian prefilter cartridge, untuk itu cara mengatasinya adalah harus mempunyai stok filter.  Jenis filter cartridge yang digunakan untuk filtrasi limbah cair ini sebaiknya tidak dicuci atau disikat.  Lakukan penggantian dengan yang baru, hal ini untuk menghindari serpihan atau potongan masuk ke membran.

Hal yang paling tinggi membutuhkan biaya adalah dalam pergantian membrane nanofiltrasi dan reverse osmosis.  Pada sistem ini daur ulang air ini menggunakan membrane nanofiltrasi sebanyak 45 buah dengan ukuran 8 X 40.  Asumsi biaya untuk penggantian membrane nanofiltrasi ini sebesar 300 juta.

Setelah membrane nanofiltrasi juga harus mengganti membran reverse osmosis yang jumlah sebanyak 35 buah.  Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk mengganti semua membrane adalah sebesar 250 juta.     

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment